Saturday, January 21, 2012

HAPPINESS

laugh is one sign of happiness, mostly.

Setiap orang merasa bahagia secara berbeda.
Masing-masing orang mengecap nikmat dan larut di dalamnya, mungkin akan hal yang sama, dan lumrah jika berbeda.
Yang satu orang katakan butuh, belum tentu orang lain membutuhkannya juga.
Mungkin semua orang ingin merasakan hal yang sama.
Menginginkan satu perasaaan itu yang satu orang itu gembar-gemborkan.
Tetapi apakah akan ada rasa bahagia?
Atau terlebih akan menikmatinya?
Hmm...
Secara tak sengaja menemukannya.
Lalu menyesapnya sebentar, dan tak tahan.
“Ini bukan bahagiaku!”
Serunya, mungkin, dengan kata-kata jengah lainnya...
Lalu dia mengesampingkannya..
Meninggalkannya...
Dan tanpa dia sadari akan ada orang lain yang terluka.
Bahagia itu akan ternoda.
Kenikmatan itu akan sulit dicerna.


Happiness comes to everyone!
In different way..
And different kind...
When you like something and you do it,
You will enjoy it,
and happiness will follow after.

Thus, finding happiness is doing something you like.
Don’t bother others’ happiness, you and them are different.

Lepehan Selanjutnya »»

Saturday, January 14, 2012

The Door


Seekor laba-laba hitam yang terus sibuk membuat sarang hitam di atas pintu berjalan menjauh, membiarkan korbannya tak berkutik hingga saatnya nanti dia harus mati.

Pintu itu terus tertutup.
Walaupun berulang kali dibuka dari dalam, pintu itu tak mau membiarkan orang lain masuk.

Pemilik rumah datang dan berulah.
“Ku perbaiki dulu! Nanti juga dapat berfungsi.”
Pemilik rumah berlalu.

Datang tukang kayu.
“Aaahh ini hanya butuh waktu, lama lama jika sering dibuka, nanti pasti benar sendiri.”
Tukang kayu pergi.

Sampai saat ini pintu itu dibiarkan sebagaimana adanya.
Sebagai mana pintu itu pertama dibuat.
Terbuka dan tertutup ala kadarnya.

Setiap kali butuh dibuka, dia akan terbuka.
Jika tidak, biarkanlah dia begitu.

Mungkin kayunya memang tidak dibuat untuk membuka dan menutup sebegitu seringnya.
Yang penting masih dapat digunakan, kan?
Dan tidak menyusahkan.

Terkadang mungkin membuatku mengeluh, menggerutu, dan ingin menggantinya. 
Tapi pintu itu telah menempel erat pada engselnya. Menyatu.

Jadi, begitulah adanya.
Biarkan saja...

Lepehan Selanjutnya »»

Saturday, December 17, 2011

Magelang-Borobudur gara2 suwunk ^^

Road Trip to Borobudur

Yeeaayyy, jalan2....
Sebenernya sih ini duluan daripada yang ke jekardah.... tapi baru sempet ngepost sekarang, hahahha.... yang ke wonosobo juga ada. Lagi lagi karna blom sempet, hahahha...
Enyak memang ya travelling itu!
Semoga esok kapan gitu bisa ke luar jawa... ke luar negeri!!!
Weeeewww.... AMIN.

Nah, ini ke magelang berdua ma nenen, my dear fren. Niatnya sekalian buat ngumpulin laporan PKL. Padahal PKLnya udah setahun yang lalu. Baru dikasih laporan ma kenang2annya sekarang... xixixix... maaf temand2...

Lepehan Selanjutnya »»

JEKARDAH PART.2

Jekardah: I learnt so many things in 1 day! Fantasticoo!!!

Ada yang perlu di note untuk post kali ini,

Orang emang gak bakalan bisa bener2 ngerti sebelum merasakannya sendiri!
Malu bertanya sesat di jalan...
Ibukota emang lebih kejam dari ibu tiri!

Beneran, deh...
Beberapa kebodohan terjadi!

Kebodohan pertama: Salah Jalur!
*ngekek geli
Kebodohan kedua: Dikerjain calo!
*ngekek gondok
Kebodohan ketiga: Kalah gertak sama calo!
*ngekek frustasi

Lepehan Selanjutnya »»

JEKARDAH PART.1

Jekardah oh jekardah....

Aaahh... judulnya apa ya buat post kali ini, kmaren sih sempet kepikiran nulis gini, “BUANG2 DUIT BERKEDOK IKUTAN TES!”
Heheh, tes nya aja di Jekardah, gag ada sodara pula disana, yaahh take a chance aja deh, man eman untuk disia-siakan.

Dan berangkatlah ane ke Jekardah sendirian naek travel. Rencananya sih pulang juga mau naek travel. Pertama, karena enggag tahu jalan sama sekali disana. Kedua, lebih praktis dan nyaman. Sayang duit sih awalnya, tapi mau gimana lagi....

Dan menjadi penumpang pertama yang dijemput travel itu sesuatu banget yaa.. Ane duduk di tengah, aseeekkk si posisinya, lebih luas dari pada belakang kan, ada tempat buat selonjori kaki pula. Hehe.....

Lepehan Selanjutnya »»

Friday, December 16, 2011

Repost Jantan Betina

Jantan dan Betina

 

by Nia Kartini on Friday, May 27, 2011 at 1:13am
Aku tak pernah mengerti bagaimana mulanya hatiku terkena panah asmara si dewa cupid usil itu. Aku tak pernah tau bahwa saat itu dia telah mengamati gerak-gerikku dan akhirnya memilihku sebagai salah satu korbannya yang kesekian hari itu. Mungkin dirinya telah bermain-main dengan panahnya dan memanah seorang gadis cantik belia dengan pedagang asongan yang memberikan permen CIUM dengan seuntai kata-kata manis dibungkusannnya dan membiarkan keduanya akhirnya jatuh cinta.

Tapi ini lain, dan aku tak akan menyalahkan si dewa cupid kecil itu. Biarlah dia usil kali ini. Atau biarlah dia tak sengaja menembakkan panahnya ke arahku. Yang penting aku senang. Yang penting hatiku riang. Yang penting dia juga memiliki perasaan yang sama terhadapku. Semoga si cupid juga menembakkan panahnya ke arahnya. Ke arah lelaki berkaos hitam itu. Tepat ke jantung hatinya. Tepat disana hingga menorehkan namaku dengan tinta merah darah. Sehingga aku kekal tertoreh disana. Sehingga tak ada nama-nama lain yang berhak bertengger disana.

Jangan kira aku egois! Aku hanya berpikir bahwa mungkin aku adalah tulang rusuknya yang selama ini terpisah darinya. Bukankah Hawa diciptakan dari tulah rusuk Nabi Adam? Dan seperti itulah jodoh Tuhan. Satu untuk melengkapi yang lain.

Mataku bertemu dengan matanya. Hangat. Detik itulah aku sadar bahwa panah si cupid telah bereaksi terhadapku. Aku memujanya. Aku terpikat olehnya. Dan seketika itu tercipta suatu euforia cintaku terhadapnya.

Lepehan Selanjutnya »»

Friday, December 2, 2011

Perngorbanan dan Kerja keras

Si Penjual Nasi Goreng dan Gerobaknya, Emak, serta Malu-ku


Setelah  ehm, hampir setaunan lebih mungkin yaa, akhirnya makan juga nasi goreng bapaknya itu.

Di daerah rumah emang ada dua penjual nasi goreng yang suka lewat dan kebiasaan beli ma mereka. Yang satunya muter jam 8an, sebut saja Pak 1, kalo yang lain, Pak 2, malemmmm banget, jam setengah 11 baru stand by di deket rumah. Kebetulan yg terakhir ini yang paling mantep dan enak pedesnya!!!!
Tapi akhir2 ini udah gak pernah lewat bapaknya, padahal ditungguin mpe jam 12. Hyaaaaaaaaaaaaattttt!!!!

Sekarang mau cerita soal Pak 1....

Lepehan Selanjutnya »»